ASAHAN-MITRAMEDIA,-Pemandangan tak lazim terlihat di salah satu sudut sekolah terpencil di Kabupaten Asahan baru-baru ini. Tanpa iring-iringan protokoler yang kaku maupun seragam dinas yang mencolok, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan melakukan aksi "blusukan" langsung ke lapangan.
Langkah berani ini diambil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Musa Albakri.SE,MS,i ini demi memastikan roda pendidikan tetap berputar berkualitas, bahkan di wilayah yang jarang tersentuh oleh hiruk-pikuk birokrasi perkotaan.
Kehadiran sang Kadis yang hanya mengenakan pakaian kasual ini membawa pesan kuat mengenai efektivitas kepemimpinan.
Dengan menanggalkan atribut formalitas, beliau tampak lebih leluasa berinteraksi, mendengar keluh kesah para guru, dan melihat langsung kondisi riil infrastruktur sekolah tanpa ada yang ditutup-tutupi. Kehadiran yang "diam-diam" ini justru memberikan gambaran jujur mengenai potret pendidikan di akar rumput yang selama ini sering kali hanya dilaporkan melalui tumpukan kertas di atas meja kantor.
Hal yang paling mengundang simpati adalah fokus pantauan yang diarahkan pada sekolah-sekolah dengan keterbatasan anggaran. Alih-alih hanya mengunjungi sekolah besar di pusat kota dengan Dana BOS melimpah, beliau justru memprioritaskan sekolah pelosok yang minim sumber daya. Langkah ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan yang nyata terhadap pemerataan kualitas pendidikan, membuktikan bahwa setiap anak didik di Asahan, sekecil apa pun sekolahnya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari pemangku kebijakan.
Aksi ini pun menuai pujian luas sebagai preseden baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan. Di tengah budaya birokrasi yang sering kali terjebak dalam acara seremonial dan dokumentasi formal, gaya kepemimpinan yang turun langsung ke bawah tanpa persiapan protokoler adalah sebuah penyegaran. Dedikasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh tenaga pendidik di pelosok bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(m
