SUMUT-MITRAMEDIA, – Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (KP2SPT), Muslim Simbolon, menginisiasi gerakan persatuan seluruh panitia Daerah Otonomi Baru (DOB) di Sumatera Utara untuk melakukan lobi kolektif ke pemerintah pusat. Langkah strategis ini bertujuan menyatukan kekuatan empat calon provinsi baru—Sumatera Pantai Timur, Sumatera Tenggara, Tapanuli, dan Kepulauan Nias—dalam satu barisan yang solid. Muslim menegaskan bahwa di tengah kebijakan moratorium yang masih berlaku, ego sektoral harus dikesampingkan agar aspirasi penataan wilayah di Sumatera Utara memiliki posisi tawar yang lebih kuat di tingkat nasional.
Fokus utama dari konsolidasi ini adalah memastikan usulan DOB di Sumatera Utara masuk ke dalam dokumen Rencana Strategis Pembangunan Nasional. Muslim menjelaskan bahwa target realistis saat ini adalah mengamankan posisi dalam perencanaan penataan wilayah nasional sebagai landasan hukum bagi peluang pencabutan moratorium di masa depan. Dengan masuknya usulan ini ke dalam agenda perencanaan strategis, peluang untuk merealisasikan provinsi-provinsi baru tersebut secara administratif akan terbuka jauh lebih lebar dibandingkan jika masing-masing panitia berjuang secara parsial.(05/05/2026)
Secara teknokratis, kelayakan pemekaran ini didukung oleh indikator ekonomi yang sangat kompetitif, di mana pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera Pantai Timur mencapai 7,2 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,4 persen. Data ini telah mendapat respons positif dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Daerah sebagai bukti kemandirian fiskal calon provinsi tersebut. Namun, Muslim mengingatkan bahwa kajian akademis yang kuat tetap memerlukan dukungan politik yang besar agar mampu meyakinkan Kementerian Dalam Negeri dan otoritas terkait bahwa pemekaran adalah solusi nyata bagi percepatan pembangunan.
Guna memperkuat sinergi di level daerah, Muslim juga membuka ruang dialog terbuka dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk menyelaraskan persepsi dan arah kebijakan daerah terhadap agenda pemekaran. Koordinasi ini dianggap sangat krusial agar pemerintah provinsi dan panitia pemekaran dapat berbicara dalam satu frekuensi di hadapan pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan menjadi katalisator dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui penataan wilayah yang lebih efektif dan efisien di seluruh pelosok Sumatera Utara.
Sebagai langkah konkret, dalam waktu dekat Muslim Simbolon akan melayangkan undangan resmi kepada seluruh panitia pemekaran se-Sumatera Utara untuk menggelar pertemuan konsolidasi besar di Kota Medan. Pertemuan tersebut diproyeksikan menjadi titik awal "orkestrasi bersama" sebelum para tokoh dan panitia bergerak menuju Jakarta untuk menemui para pengambil kebijakan. Muslim meyakini bahwa hanya dengan bersatu, Sumatera Utara dapat mendobrak hambatan administratif dan mewujudkan pemerataan pembangunan melalui pembentukan daerah otonomi baru.
