LANGKAT-MITRAMEDIA,-Keamanan pengguna jalan tol di wilayah hukum Polres Langkat kini berada dalam titik nadir menyusul aksi brutal pelemparan batu oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang kembali memakan korban. Peristiwa mencekam ini terjadi pada Senin (06/04/2026) pukul 22.11 WIB, menimpa minibus Toyota Hiace milik PT BENA di Ruas Tol Stabat-Brandan KM 54, tepatnya 400 meter menjelang Pintu Tol Tanjung Pura. Insiden tersebut mengakibatkan kaca depan pecah dan membahayakan nyawa sopir, M. Rizal, serta seluruh penumpang tujuan Medan-Banda Aceh.
Kekecewaan mendalam muncul saat korban mencoba mengadu ke petugas tol terdekat, namun justru mendapatkan respons yang dinilai tidak masuk akal. Petugas tol menolak menerima laporan dengan alasan korban harus menyerahkan barang bukti batu yang digunakan pelaku untuk melempar mobil. Sikap kaku pengelola jalan tol ini dianggap sangat mencederai rasa keadilan dan mengabaikan situasi darurat yang dialami oleh pengguna jalan yang telah membayar tarif tol demi keamanan.
Merasa dipermainkan oleh sistem pelayanan tol, M. Rizal akhirnya menempuh jalur hukum dengan menghubungi advokat senior, Mas’ud, SH., MH., yang juga menjabat sebagai Ketua Aceh Sepakat Cabang VIII Langkat. Mas’ud menegaskan bahwa pelemparan ini adalah tindakan kriminal serius, bukan sekadar vandalisme biasa. Ia pun menginstruksikan korban untuk segera melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polres Langkat guna mendesak pengusutan tuntas atas teror yang terus berulang tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi tamparan bagi aparat kepolisian, mengingat kejadian serupa sempat viral di KM 65 pada akhir Maret lalu namun dibantah oleh personel Polres Langkat. Saat itu, kepolisian mengklaim kerusakan kaca mobil terjadi akibat batu yang terlindas kendaraan lain, bukan karena pelemparan. Namun, dengan munculnya korban baru di lokasi yang berdekatan, klaim tersebut kini diragukan publik dan memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap aksi kejahatan di area perkebunan sawit seputaran tol.
Kini, masyarakat menuntut tindakan nyata dari Polres Langkat dan pihak pengelola tol untuk menjamin keamanan di jalur bebas hambatan tersebut. Publik mendesak agar patroli ditingkatkan dan pelaku segera ditangkap sebelum jatuh korban jiwa. Tanpa langkah preventif yang tegas, citra Tol Stabat-Brandan akan terus terpuruk sebagai jalur yang rawan kriminalitas ketimbang menjadi jalur transportasi yang aman dan nyaman.(syahrial)
